Memberi dan Menginspirasi

Kamis, 13 Juli 2017

Bulan Syawal Bulan Memperbaiki Diri




Hidup adalah misteri, ada orang yang hidupnya sukses, perjalanan karirnya melesat, tapi ada yang hidupnya susah, melarat. Walau pun kesuksesan tidak selalu diukur dengan banyaknya harta. Setidaknya ia meraih apa yang ia inginkan dan ia hidup bahagia dengan yang diraihnya.
Tulisan ini hanya sebagai  renungan bagi kita semua, saya pun belum menjadi orang baik, tapi selalu berusaha ingin berbuat baik.  Hasil pengamatan sederhana yang saya lakukan di sekitar kehidupan saya pribadi, dengan tidak bermaksud untuk membuka aib seseorang karena insya Allah saya tidak akan menyebutkan nama.
Sebut saja ada seorang kakek tua, sepanjang hidupnya ia  susah, penghasilan hanya cukup untuk sehari-hari saja bahkan kurang.  Setiap bisnis yang ia jalankan tidak ada yang berhasil, selalu gagal di tengah jalan. Dan apa yang terjadi setelah tua, ia sakit-sakitan, menyusahkan orang disekitarnya. Sungguh hidupnya tidak bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungannya. Seorang kerabat dekatnya mencoba mengajak berdialog? Apa sebenarnya yang ia lakukan sehingga kehidupannya seperti  ini. sang kakek tua mengaku kalau semasa mudanya ia sering melakukan maksiat. Masya Allah. Pengakuan yang sungguh berat dilakukan. Kakek tua ini kerap melakukan zina.
Dari pengakuan tersebut saya berusaha menggali  kehidupan orang-orang disekitar saya, termasuk kehidupan saya sendiri, kenapa usaha saya belum sukses apakah ada dosa masa lalu baik saya mau pun suami.  Saya ajak suami sama-sama menafakuri diri, lalu sama-sama sholat malam, sholat tobat mohon ampun atas segala dosa.  Mungkin di hati masih menyimpan penyakit iri dan dengki terhadap orang lain. Karena saya pun melihat, orang-orang sekitar saya yang hatinya kotor, hidupnya tidak ada peningkatan. 


Saya juga mendalami kehidupan orang-orang sukses, hidupnya berkah, anak-anaknya mempunyai kedudukan yang bagus. Wah ternyata orang itu rajin puasa senin kamis, sholat malam tidak pernah tetinggal, atau ia selalu berbuat baik terhadap kedua orang tua, sehingga doanya melangit.  Saya banyak melihat kehidupan orang-orang yang sering melukai hati orang tua, hidupnya suram. Percaya deh.., dan sebaliknya orang-orang yang khidmat kepada orang tua rezekinya mengalir terus, hidupnya berkah.
Jadi kesimpulan dari tulisan ini adalah apa pun yang terjadi pada diri kita, merupakan buah dari amalan-amalan kita selama ini.  jangankan di akhirat, di dunia pun kita sudah merasakan balasan dari apa yang kita lakukan. Siapa yang menanam, pasti akan memetik.  Perbuatan baik akan kembali kepada diri kita, perbuatan jelek juga akan kembali kepada diri kita.
Wasalam semangat bulan Syawal semangat memperbaiki diri.
😍😍

1

1 komentar:

Silahkan berikan komentar, saran dan kritik dengan bahasa yang sopan, jangan spam ya!