Memberi dan Menginspirasi

Minggu, 08 Januari 2017

Aktivitas Fisik dan Tumbuh Kembang Anak


Keseharian saya saat ini bergaul dengan ibu-ibu senior, mereka rata-rata memiliki anak yang duduk di bangku kuliah. Bagi saya bergaul dengan mereka ada bagusnya juga, dengan begitu saya banyak belajar dari mereka cara mendidik anak ditengah kesibukan sebagai wanita karier. Alhamdulillah saya banyak sharing tentang tumbuh kembang anak, sekolah dan manajemen waktu.
Dari obrolan ringan biasanya ibu-ibu menceritakan kebiasaan anak-anaknya.  Menurut penuturan ibu Fulanah yang memiliki 3 anak, olahraga dan aktifitas fisik sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Ini terlihat jelas  pada anak-anaknya yang kini sudah Kuliah semester akhir, dan yang kedua kuliah semester 2, yang ketiga kelas 3 SMP.
Ketiga anaknya memiliki postur tubuh yang berbeda, anak yang pertama pertumbuhannya bagus saat SD-SMP tapi setelah itu pertumbuhannya berhenti, berbeda dengan anak kedua dan ketiga yang terus bertumbuh melebihi kakaknya yang pertama. Setelah diamati ternyata, anak yang pertama tidak begitu suka olahraga, sedangkan anak kedua dan ketiga mereka sangat gemar olahraga dan aktivitas fisik seperti  main bola, futsal, basket dan bersepeda.


Sebenarnya tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh 4 faktor
1.     Faktor genetik, merupakan faktor keturunan dari orang tua. Jika memang ayah atau ibunya bertubuh pendek, kemungkinan besar salah satu dari anaknya juga bertumbuh pendek.
2.    Makanan, tentu makanan dan asupan gizi sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Maka dari itu penting sekali memberikan makanan yang bergizi pada anak-anak terutama pada masa pertumbuhan.
3.    Sentuhan ibu, sentuhan dan pelukan orang tua di yakini sangat membantu pertumbuhan anak. Anak yang sering mendapatkan pelukan orang tua cenderung lebih percaya diri dan mampu mengatasi masalah dalam hidupnya.
4.    Kegiatan fisik atau olahraga, seperti yang saya tuliskan di atas bahwa olahraga atau aktivitas fisik bisa  membuat pertumbuhan fisik lebih optimal.
Lalu bagaimana dengan anak-anak diera digital saat ini, mereka kurang melakukan aktifitas fisik seperti main di lapangan, bersepeda, main tali dan lain sebagainya. Mereka lebih asyik dengan gadget dan game online. 
Ya itu memang suatu permasalahan bagi ibu-ibu zaman sekarang. Tapi gadget sekarang tidak bisa dihindari,  karena ayah-ibunya juga main gadget. Untuk anak-anak tetap harus di siasati. Saya memiliki cara sendiri, yaitu menetapkan aturan setiap dua jam anak-anak main HP dan nonton TV harus lari di depan rumah dari ujung gang hingga ujung gang berikutnya. Alhamdulillah cara ini efektif, selain untuk mengakali agar anak tidak terus-terussan main gadget, hal ini juga bagus untuk sirkulasi oksigen ke otak.


3

3 komentar:

  1. Saya percaya dengan sentuhan, Mbak. Anak yang kurang sentuhan, biasanya terlihat berbeda dengan anak yang lekat dengan orangtuanya.
    Caranya efektif juga ya, meminta anak-anak lari setelah bermain gadget he he he...

    BalasHapus
  2. Kalau begitu ada bagusnya saya yang masih kuliah bergaulnya dengan ibu-ibu muda ya, kak? Hehe. Tapi saya setuju sama nomor 3 nih, kak. Soalnya keponakan saya yang lebih cenderung percaya diri ketika ibunya senantiasa memberi support. :)

    BalasHapus

Silahkan berikan komentar, saran dan kritik dengan bahasa yang sopan, jangan spam ya!