Memberi dan Menginspirasi

Minggu, 15 Juli 2018

Hotel Salak the Heritage Cocok Untuk Liburan Keluarga


Kota Bogor menyimpan banyak kenangan, suasana yang asri membuat orang selalu ingin kembali ke kota hujan ini. Bahkan pernah terlintas untuk membeli rumah di Bogor.  Tapi keinginan itu hanya sebatas angan, kecuali kalau mutasi ke Bogor. Bogor Jakarta lumayan jauh.  Tapi kota Bogor memang kota kedua setelah Bandung bagi saya. 
Pertama kali mendengar namanya memang agak aneh “hotel salak” seperti nama buah-buahan. Tapi setelah tahu sejarahnya, mungkin nama hotel ini diambil dari gunung Salak, dan memang letak hotel ini tepat di bawah kaki gunung Salak.
Dua kali menginap di hotel Salak the Heritage sangat menyenangkan. Pertama kali menginap di hotel ini pada tahun 2015, dan yang kedua pada bulan Februari 2017. Keduanya merupakan acara dari kantor. Tapi kalau ada acara keluarga dan perlu menginap di Bogor, saya pasti memilih hotel ini. Bukan karena saya dibayar untuk menulis review tentang hotel ini ya, terkadang saya menulis tanpa di bayar karena memang bagus hotelnya dan saya ingin orang lain tahu. 


Alasan mengapa hotel Salak menjadi pilihan saya:
1.    Berada di tengah kota, Hotel Salak the Heritage beralamat di Jl. Ir H. Djuanda No. 8 Bogor, dekat dengan Istana Bogor dan Kebun Raya yang menjadikan udara di sekitar sini sangat sejuk. Selain itu kita bisa berjalan-jalan mengitari Kebun Raya.
2.    Di kelola secara professional dan pelayanan terbaik. Hotel yang sudah berdiri sejak zaman colonial Belanda ini di desain dengan gaya Eropa klasik yang indah. Setiap kamar memiliki fasilitas kulkas, Wifi, TV, pendingin udara  dan peralatan mandi lengkap. 
3.    Menawarkan variasi menu makanan yang lezat dan cocok dilidah saya.
4.    Ramah untuk anak-anak dan menyediakan area bermain untuk anak agar anak tidak jenuh. Selain itu disediakan kolam renang anak.
Mudah-mudahan tulisan sederhana ini membantu bagi Anda yang sedang mencari hotel sekitar Bogor.

0

Minggu, 08 Juli 2018

WISATA SEKITAR GUNUNG BROMO YANG HARUS KAMU KUNJUNGI




Destinasi unggulan pariwisata Indonesia salah satunya adalah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Itulah kenapa saat ada kesempatan berkunjung ke Surabaya, saya dan rombongan memilih destinasi ini untuk melepas lelah di tengah kesibukan pekerjaan. Dan Alhamdulillah memang pilihan ini tidak salah. Rasanya otak Menjadi press menikmati pemandangan pagi hari di Gunung Bromo. Ya walau pun kami telat melihat sunset, seharusnya subuh itu kita sudah di puncak dan sholat di sana, sedangkan kami sholat subuh di rumah warga yang memang masih ada beberapa km lagi menuju puncak. Soalnya orang-orang pada turun, rombongan kami baru mau naik puncak dan kami berpapasan di jalan. Tapi itu tidak menyurutkan kami untuk tetap naik ke puncak. Kalau tidak sanggup jalan kaki, ada ojek yang siap mengantar.
Keindahan gunung Bromo terpancar saat detik-detik matahari terbit. Awalnya males-malesan berangkat ke gunung Bromo apalagi berangkat tengah malam dari Surabaya. Tapi pas di puncak, melihat keindahan alaamnya, sungguh luar biasa. Jadi bersemangat untuk mengikuti trip lainnya. Karena kami memang paket wisata kebeberapa destinasi sekitar Bromo. Sebaiknya sebelum pergi ke Gunung Bromo, kamu harus menyiapkan baju yang tebal dan atribut lainnya seperti penutup kepala, sarung tangan, kaus kaki, karena di atas itu cuaca dingin sekali,  bisa-bisa kita kedinginan awalnya mau hapy-hapy malah kena flu dan bersin-bersin. Kalau tidak persiapan dari rumah, di bawah kaki gunung banyak penjual asongan menawarkan segala atribut yang dibutuhkan. Asal bawa uang yang cukup aja kalau segala beli ya Gaes.  
Selesai melihat pemandangan dan foto-foto kami turun dari puncak dengan ojek yang tadi mengantar kami. Maklum kami semua udah emak-emak kalau jalan gempor juga. Kami turun menuju mobil hardtop yang akan mengantar kami ke pasir Berbisik. Pasir berbisik ini letaknya masih disekitar Gunung Bromo namun untuk menuju ke sana kita menggunakan kendaraan.  Jangan lupa menggunakan kacamata dan syal karena sewaktu-waktu angin kencang bisa berhembus. Konon dikatakan pasir berbisik karena padang pasir yang begitu sepi, jika tertiup anginnya akan berbunyi seperti berbisik.


Bukit Teletubies tujuan wisata berikutnya. Dikatakan bukit teleteubies karena bukitnya bergelombang seperti pada film tersebut. Di tempat ini kami tidak singgah terlalu lama mengingat waktu yang kami miliki hanya sebentar, setelah puas foto-foto mobil hardtop pun melaju menuju kawah Bromo. Kawah Bromo merupakan destinasi utama paket wisata Bromo ini, untuk menuju kawah ini harus mendaki gunung Bromo terlebih dahulu. Lamanya perjalanan menuju puncak kurang lebih satu jam dengan menggunakan kuda, tapi bagi Anda yang takut untuk naik kuda bisa dengan jalan kaki menuju puncak. Anda tentu bisa istirahat di sepanjang jalan kapan pun Anda mau, dan untuk menuju puncaknya sudah disediakan tangga dan pegangan besi.
Matahari sudah meninggi, saatnya kami kembali ke Surabaya, selamat tinggal Gunung Bromo.
0

Minggu, 17 Juni 2018

Tips Mengelola THR dengan Bijak


Bagi kamu seorang karyawan atau pegawai pasti menantikan THR. Biasanya uang THR ini habis begitu saja untuk keperluan hari raya. Namun agar tidak kebablasan menggunakan uang THR, sebaiknya  kita pos-pos kan untuk   hal yang lebih prioritas.  Inilah cara saya mengelola uang THR.
Pertama yang saya lakukan adalah menghitung berapa pendapatan dari THR, gaji dan laba yang diperoleh jika kamu punya usaha sampingan. Kebetulan saya selain sebagai pegawai, saya juga jualan online. Setelah diketahui jumlahnya, saya sisihkan 2,5 – 10 % untuk sedekah dan berbagi. Karena dari harta yang kita peroleh ada hak  kaum dhuafa. Selain untuk itu sedekah  juga membuat harta kita semakin berkah. Biasanya saya memberikan sedekah di bagi tiga bagian untuk di kampong halaman, di tempat tinggal dan di kantor untuk para cleaning servis dan pramubakti. Di luar dari sedekah saya juga menyisihkan untuk mengirim orang tua.
Selanjutnya saya siapkan 3 amplop atau tiga dompet amplop pertama saya tulisi “keperluan lebaran” uang ini saya gunakan untuk membeli baju lebaran, aksesoris dan kue-kue lebaran. Saya ambil 20-30 % dari uang THR. Amplop kedua saya tulisi “keperluan mudik” uang ini saya gunakan untuk akomodasi dan lain-lain. Jika saya mudik ke Bandung saja,  uang  untuk alokasi ini  tidak terlalu besar tapi jika rencana mau pulang ke kampong suami di Sulawesi tentu uang yang saya alokasikan untuk keluarga kecil kami lumayan bisa sampai 5-10 juta. Untuk anggaran mudik ini saya tidak bisa ambil dari THR jika jumlahnya cukup besar. Biasanya saya sisihkan dari gaji bulanan yang saya masukkan ke celengan.
Amplop ketiga saya tulisi “investasi” investasi bisa berbentuk reksadana atau bisa juga dengan membeli emas batangan. Tapi saya lebih suka dengan membeli emas batangan. Saat ini emas batangan bisa dibeli dengan yang ukuran terkecil.  Saat ini investasi banyak ragamnya. Tidak perlu bingung memilih produk investasi, tapi yang terpenting gunakan uang THR untuk keperluan hari raya, selebihnya baru investasikan.


0