Memberi dan Menginspirasi

Selasa, 29 November 2016

Memilih Baju Anak Laki-laki Branded yang Nyaman



Ketika berbicara mengenai baju laki-laki tentu saja akan berbeda dengan baju perempuan. Sama halnya dengan baju anak laki-laki branded , baju untuk anak-anak laki akan mempunyai modal yang sangat terbatas. Berbeda dengan model untuk anak perempuan yang beraneka ragam. Sebagai contohnya saja ketika berkunjung ke pusat perbelanjaan, banyak dari baju yang ditawarkan merupakan model baju anak wanita yang lucu dan beraneka warna. Sedangkan sangat sedikit stand yang menawarkan baju untuk anak laki-laki.

Model untuk baju anak laki-laki yang terbatas tersebut sebenarnya merupakan keuntungan tersendiri untuk orang tua. Karena hal itu pekerjaan memilih baju untuk anak laki-lakinya akan lebih cepat karena sederhananya model baju yang ada. Model baju anak laki-laki biasanya di seputar kemeja, baju batik, baju koko, jaket, celana bahan atau jeans, sweater, dan rompi. Selain itu aksesoris yang biasa digunakan anak laki-laki juga hanya topi yang mempunyai berbagai model dan warna.


Membeli baju anak laki-laki branded bagi orang tua merupakan kebanggaan dan kepuasan sendiri untuk orang tua. Dengan membeli baju yang bermerk kepada anak yang harganya mahal kemudian orang tua beranggapan bahwa sudah memberikan yang terbaik. Hal tersebut karena ada anggapan bahwa barang bermerk selalu mempunyai kualitas yang baik dan akan nyaman dipakai oleh anak-anak padahal faktanya tidak selalu seperti itu. Kenyamanan baju yang dipakai oleh anak tidak selalu karena memakai baju bermerk semata.

Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi kenyamanan baju yang dipakai oleh anak laki-laki. Yang pertama adalah bahan yang digunakan untuk membuat baju. Bahan baju yang baik untuk anak adalah bahan yang dapat menyerap keringat dan panas dengan baik. Anak-anak apalagi laki-laki biasanya akan sangat aktif sehingga menyebabkannya berkeringat. Oleh karena itu bahan baju yang dikenakan harus adem dan dapat menyerap keringat agar ia tidak merasa kepanasan dan gatal-gatal. Bahan yang pas digunakan untuk baju anak-anak misalnya katun dan wol. Penggunaan kain sintetis untuk bahan baju anak dirasa kurang pas karena tidak bisa menyerap panas dengan baik dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit anak. Oleh karena itu walaupun harga baju dengan bahan sintetis lebih murah akan lebih baik untuk menghindarinya. Kenyamanan bahan yang dipakai anak-anak adalah pertimbangan utama ketika membeli baju.

Pertimbangan kedua saat memilih baju untuk anak laki-laki adalah untuk memilih ukuran yang pas di badan. Pastikan untuk mengecek nomor baju pada label yang biasanya ada di bagian kerah baju dan pastikan tidak kekecilan di badan anak laki-laki Anda. Biasanya lain merk akan memberikan nomor baju yang berbeda sesuai dengan aturannya masing-masing. Pertumbuhan pada anak-anak biasanya akan lebih cepat dan jelas terlihat, oleh karena itu apabila baju anak laki-laki Anda sudah kekecilan sebaiknya jangan memaksakan untuk dipakai lagi karena akan tidak nyaman.

Hal ketiga yang harus diperhatikan ketika memilih bajuanak laki-laki branded adalah mengenai warna dan motifnya. Pilih baju anak laki-laki yang pas dipakai dengan warna kulit anak. Untuk anak-anak biasanya lebih baik untuk memakai warna yang ceria seperti merah, biru, dan jingga. Sedangkan untuk motifnya anak laki-laki akan lebih suka dengan motif kartun, robot, mobil-mobilan, atau superhero favoritnya. Motif yang di suka tersebut akan membuat anak laki-laki merasa nyaman ketika memakainya.
0

Minggu, 20 November 2016

Sejarah di Balik Megahnya mesjid Tertua di Kalimantan


Rasanya tidak lengkap jika pergi ke suatu tempat tidak singgah ke mesjid. Ya mesjid menjadi tempat singgah yang paling nyess, tambah seger tatkala air wudhu membasahi muka. Nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan? Sebenarnya sepanjang jalan banyak mesjid yang kami lewati di Banjarmasin. Tapi sang supir yang baik hati menawarkan untuk sholat di mesjid tertua yang ada di Kalimantan. Tentu saja aku senang, selain bisa sholat magrib dan istirahat bisa sambil mempelajari sejarah. Sambil menyelam minum air, ini adalah kesempatan untuk mencari bahan tulisan. Dasar blogger, semua bisa jadi ide tulisan hi...hi..
Sebelum adzan magrib, kami bisa leluasa berkeliling mesjid, selvi dan futu-futu sambil nyari informasi mengenai mesjid ini. Ternyata mesjid ini memiliki kisah sejarah yang sayang untuk dibuang. Berikut adalah keunikan dari mesjid ini
Mesjid Sultan Suriansyah dibangun pada tahun 1526 masehi, usia pada tahun 2016 ini genap 490 tahun, terletak di Kelurahan Kuin Utara kecamatan Banjarmasin Utara letaknya bersebarangan dengan Sungai Kuin. Di sungai Kuin inilah terdapat pasar terapung yang terkenal sampai mancanegara.


Pada saat itu Pangeran Samudera atau Sultan Suriansyah sebagai raja Banjar pertama yang sedang berkuasa. Sejarahnya diawali dari perang saudara. Antara Pangeran Samudera dengan pamannya, Pangeran Samudera memeluk agama hindu pada saat itu. Dalam hikayat Banjar diceritakan Pangeran Samudera sangat disukai oleh kakeknya Maharaja Sukarama yang berkuasa di Kerajaan Negara Daha. Dan karena kesantunan pangeran Samudera ia diwariskan tahta kerajaan yang membuat iri pamannya yang merupakan anak pertama dari sang raja. Sang paman memang sudah lama mengincar posisi itu.
Peperangan tidak bisa dihindari lagi, Pangeran Samudera meminta bantuan kepada Sultan Demak. Dan Sultan Demak menyetujui dengan syarat pangeran Samudera dan pengikutnya akan masuk islam baik menang mau pun kalah.
Itulah sejarah islam masuk ke kalimantan Selatan, karena saat itu tidak mesjid yang bisa menampung jemaah, maka dibangunlah mesjid Sultan Suriansyah ini.
Keunikan lainnya yang saya temui mengenai bangunan fisik mesjid ini, seluruh arsitektur mesjid terbuat dari kayu ulin, orang biasa menyebut dengan kayu besi. Masih asli walaupun sudah mengalami pemugaran tapi tidak ada yang diganti sejak awal. Kayu ulinnya terawat dan nampak masih kokoh. Sarat dengan budaya Banjar, arsitekturnya menggunakan bangunan berundak bertingkat empat. Pada bagian atap penuh ukiran khas Banjar. Walaupun begitu masjid ini masih ada pengaruh dari mesjid Demak Jawa Tengah.
Mesjid ini berukuran 26,1 x 22,6 m, bagian atapnya berbentuk sungkul dari kayu ulin, sungkul ini masih bagus dan saat ini menjadi situs bersejarah yang disimpan di Museum lambung Mangkurat Banjar Baru.
Bagi pengguna speedboat, longboat atau bus air bisa melihat bangunan ini karena memang letaknya dipinggir sungai Kuin. Tak jauh dari mesjid juga terdapat makam Sultan Suriansyah, sehingga para wisatawan yang datang bisa langsung berziarah ke makam ini.
Masjid ini cukup ramai, saya perhatikan penduduk di sana begitu memakmurkan mesjid, anak-anak banyak yang belajar ngaji dan saat waktu shalat warga sekitar berdatangan menuju mesjid. Alhamdulilah saya melihat pemandangan seperti ini sangat bersyukur karena mesjid masih ramai, saya masih bernapas lega, karena saya miris jika melihat mesjid megah tapi sepi.


4

Minggu, 13 November 2016

Memulai Karir di Usia yang tak Lagi Muda




Kebanyakan para wanita berkarir sejak lulus kuliah, benarkan? Tapi berbeda dengan saya yang mulai berkarir ketika usia menginjak kepala 3.  Bahkan sudah memiliki 2 putra putri yang lucu. Terkadang saya juga berpikir kenapa disaat orang-orang mulai resign dari pekerjaan, malah saya baru mulai bekerja.  Ya mungkin qodarullah, segala sesuatu Allah yang mengatur.  Setelah lulus kuliah saya berusaha mencari kerja, namun mencari perusahaan yang mau menerima penyandang disabilitas  memang tidak gampang. Beberapa kali ikutan CPNS  selalu gagal. Tapi di saat usia tidak muda lagi, fisik juga tidak sekuat dulu malah lolos ujian CAT CPNS.
Saya sangat bersyukur, karena dari sekian ribu pendaftar nama saya menjadi salah satu yang beruntung.  Alhamdulillah tanpa mengeluarkan uang sogokan sana-sini. Sampai saat ini saya sering merenung, mengambil hikmah dari setiap kejadian.  Betapa Allah begitu sayang terhadap saya dan keluarga,  sehingga memberikan pekerjaan di saat yang tepat.

Ada beberapa keuntungan bagi saya memulai karir saat sudah memiliki anak. Diantaranya  saya bisa menyapih dan mengasuh mereka. Saat saya mendapat pekerjaan anak saya yang besar sudah duduk dibangku  kelas 1 dan anak kedua berusia 4 tahun. Saya sudah  begitu dekat dengan anak-anak, hingga saat ini walau pun  waktu saya lebih banyak di luar rumah, tapi kedudukan saya dihati anak-anak tidak tergantikan oleh siapa pun, insya allah saya yakin itu.  Saya tidak pernah menyesali keterlambatan ini, walau pun beberapa orang menganggap di usia itu orang sulit untuk mengembangkan dan meraih jabatan yang lebih tinggi, karena terbentur umur.  Saya juga menyadari  pengaruh usia, terkadang berpikir itu lambat, pelupa dan gampang lelah.  Berbeda jika kita bekerja saat masih muda usia 25 an, otak masih fresh dan tenaga juga masih bugar.  Tapi saya mensiasatinya dengan mengkonsumsi makanan sehat dan menyempatkan diri untuk berolahraga.  Ya pada akhirnya saya nikmati saja dan terus bersyukur atas apa yang telah Allah berikan berupa nikmat sehat. Mudah-mudahan sehat terus dan bisa terus berkarya. Amiin

4

Senin, 07 November 2016

3 wisata terkenal di Dieng


Liburan kali ini berkesempatan menyusuri dataran tinggi  di Pulau Jawa, yaitu  Pegunungan Dieng.  Memang tidak salah jika pegunungan Dieng ini di sebut dengan negeri kahyangan atau negerinya para dewa.  Selain menyuguhkan berbagai keindahan,  Dieng juga sangat nyaman untuk beristirahat  dan berekreasi.
Sepanjang  jalan yang berkelok-kelok  rasanya tak lelah mata memandang, deretan pegunungan dan rumah-rumah penduduk yang berada di kaki bukit pegunungan Dieng. Sayang sekali kami ke lokasi menjelang duhur jadi tidak sempat melihat indahnya matahari terbit di puncak Sikunir.  Tapi kekecewaan itu terbayar dengan melihat pemandangan alam lainnya.
Tepat jam 12 kami tiba di dataran tinggi Dieng, sebelum melakukan perjalanan kami istirahat, yang mau sholat dipersilahkan sholat dulu yang mau makan siang sudah disiapkan oleh panitia di sebuah rumah makan, matahari sudah berada di puncak tapi udara masih sangat dingin. Siang ini kami disuguhi nasi panas dan makanan berkuah yang bikin seger. Lanjut perjalanan menuju wisata. Berikut 4 kawasan wisata yang saya kunjungi di Dieng dengan waktu singkat.
          1Candi
Candi di kawasan Dieng merupakan peninggalan kerajaan hindu, merupakan objek wisata sejarah di ketinggian 2000 M dari permukaan laut. Candi Dieng memiliki keistimewaan sendiri, walaupun tidak seluas candi Borobudur atau Prambanan. Candi di sini bentuknya bujur sangkar yang tersebar dibeberapa titik. Nama-nama candi di sini sesuai dengan nama tokoh pewayangan dalam kitab Mahabaratha. Kelompok candi tersebut adalah komplek candi Bima, Komplek Candi Arjuna, Komplek Candi Gatot Kaca dan komplek Candi Dwarawati.
Untuk datang ke sini sayang sekali jika tidak diabadikan kamera. Suasana candi di padu keindahan alam yang indah tak boleh dilewatkan untuk berfoto-foto ria.
         2. Kawah Sikidang
Kami kembali menaiki bus kecil untuk melanjutkan perjalanan ke Kawah Sikidang, Kawah Sikidang merupakan salah satu kawah yang berada di dataran tinggi Dieng. Kawah ini aman karena tidak mengandung karbondioksida, tapi yang mau berkunjung ke sini harus bawa masker karena bau belerang yang sangat menyengat. Tapi jika Anda tidak membawa masker banyak yang menawarkan masker di sana.
Kawah sikidang berasal dari nama hewan kijang, mungkin di sekitar kawah ini banyak  ditemui hewan kijang. Kawah sikidang tidak terlalu panas tidak sampai 100 derajat celcius, air belerangnya bagus untuk gatal kulit.
Kami mampir di kedai kopi yang berada di pasar sebelum masuk area kawah. Disini pengunjung bisa membeli oleh-oleh khas Dieng seperti kentang Dieng yang terkenal dan segala olahan dan cemilan dari kentang. Oleh-oleh lainnya seperti carica dan purwaceng juga banyak ditemui di Dieng. Purwaceng adalah minuman untuk menjaga stamina pria. Bentuknya seperti gingseng dan rasanya pedas. Tanaman ini dibudidayakan di dataran tinggi Dieng, namun harganya lumayan mahal karena termasuk tanaman langka dan budidayanya agak sulit. Sebelum membeli sebagai oleh-oleh, Anda harus tahu khasiat tanaman ini yaitu untuk kekuatan seksual para pria.
          3. Telaga tiga warna
Tempat selanjutnya, dan lokasi terakhir adalah telaga warna, kami hanya singgah sebentar di sini, karena hari sudah sore dan kami akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Sayang sekali telaga sedang kering, dan tidak terlihat warna-warninya. Tapi menurut pemandu wisata, kenapa dikatakan telaga tiga warna karena memiliki 3 warna yang berbeda. Pemandangan alam di sini sangat menakjubkan. Warna-warni telaga berasal dari pantulan cahaya matahari. Jadi sangat dianjurkan untuk datang ke sini pada siang hari.

0

Minggu, 06 November 2016

Berbeda Jangan Sampai Bermusuhan


Karena perbedaan itu hidup ini menjadi indah, seperti laki-laki dan perempuan yang diciptakan berbeda.  Apalagi kita hidup bernegara, yang bermacam-macam suku ras, agama dan kebudayaan. Menyikapi Aksi Damai 411 di Jakarta,  saya  hanya ingin menulis hikmah dibalik kejadian aksi tersebut.
Saya bukan orang pintar, saya hanya wanita biasa yang masih punya banyak kesalahan. Hanya ingin meluruskan kesimpangsiuran yang terjadi di media sosial. Karena di media sosial banyak yang share kalau ini ada muatan politiklah, kalau ini ingin menggulingkan pemerintahlah, ingin mengusir Cina dan keristen.
Ketahuilah bahwa islam itu cinta damai, agama yang santun, agama yang sangat  toleransi, tidak suka kekerasan.  Saya berteman dengan listas agama, selama ini hubungan kami baik-baik saja, kami saling toleransi.  tapi  disaat ulama dan saudara-saudara seakidah dengan saya sedang melakukan demo di Istana presiden, jelas  saya  berada di barisan ulama dan guru-guru saya walau pun saya tidak turun kejalan, hanya bisa berdoa di rumah mudah-mudahan  semua mujahid dan mujahidah bisa  kembali dengan selamat.
Isu bahwa aksi damai tersebut ditunggangi aktor politik, itu  belum terbukti, karena yang hadir saat itu sekitar 3 juta jiwa, partai politik mana yang bisa menghimpun masa sebanyak itu. Justru umat islam selalu terpecah belah jika urusannya politik, tuduhan ingin mengusir Cina dan kristen, itu pun tidak terbukti, tujuan demonstran hanya satu minta keadilan  pada penista Al Quran.  Bahkan ada seorang pemuka agama lain yang turut membantu logistik dalam aksi damai, juga ada etnis Tonghoa yang ikut aksi memungut sampah bergabung dalam barisan.  Mereka bahu membahu berdampingan. Ini yang saya lihat di media sosial lho.
Tapi yang disayangkan ada banyak orang munafik yang menyebar  berita viral yang simpang siur di timeline facebook,  untuk mengimbangi berita-berita  tersebut saya juga mengshare  berita-berita yang menurut saya lebih akurat. Tidak ada maksud untuk menyakiti siapa pun, agama apa pun.  Tapi jika memang tidak sependapat dengan saya, tidak usah minta izin dulu unfriend saja langsung.  Sama halnya dengan saya jika ada yang buat hati panas dengan postingan seseorang, buat apa pertemanan di pertahankan.   
Oh ya judulnya kan ingin menuliskan hikmah di balik kejadian aksi damai 411, umat islam itu sulit bersatu, selalu terpecah belah suaranya tapi dengan kejadian ini semua umat bersatu, saya  ucapkan terima kasih kepada Pak Ahok yang telah mempersatukan umat islam. 
Hikmah kedua, kita bisa tahu kualitas pemimpin kita. Kita rindu pemimpin yang bisa dibanggakan.  Semua umat islam kecewa dan sedih melihat para ulama yang sudah datang jauh-jauh diabaikan begitu saja. 
Aksi damai dan bermartabat ini sebagai sejarah di Indonesia, islam pernah bersatu membela akidah. Dan sayang jika aksi ini tidak saya tuliskan sebagai  bahan bacaan  kelak  anak cucu saya. Jika yang tidak sependapat bisa menulis juga sesuai pendapatnya. Salam perdamaian piis.
Islam agama rahmatan lilalamin, percayalah kami tidak akan mengusik jika tidak diusik. Tidak akan ada asap, jika tidak ada api. Salam damai


0

Jumat, 04 November 2016

Mencari Makanan Halal Di Bali

Bagi muslim yang hendak wisata ke Bali, jangan khawatir sekarang banyak pengusaha muslim mendirikan restoran di sana. Awalnya saya merasa takut, jangan-jangan hidangannya daging B2. Panitia memang sudah mengwanti-wanti pemandu wisata untuk membawa ke restoran yang halal, karena mayoritas pegawai yang ikut beragama islam.
Hari pertama di Bali, kami dan rombongan makan malam di Jimbaran. Tiba di Bandara Ngurah Rai sore, lalu kami pergi ke Uluwatu untuk melihat sunset. Di Jimbaran banyak sekali restoran dengan berbagai menu. Kami sengaja memilih restoran seafood dipinggir pantai. Suasana begitu romantis diiringi deru ombak tambah nikmat makan dalam keadaan lapar.
Seefood yang dihidangkan ikan bakar, cumi krispi, udang bakar dan kerang. Dimakan pakai sambal dan nasi pulen, nikmatnya.
Benar-benar pengalaman makan yang begitu nikmat, mungkin karena makan di pinggir pantai hanya diterangi lilin-lilin kecil dan suara ombak. Pokoknya recomended deh restoran seafood di Jimbaran, sayang aku lupa nama restorannya.
Hari kedua kami mampir di rumah makan padang, pemiliknya seorang muslim. Kenapa saya yakin? Karena di sana terpampang nama pemiliknya seorang haji, dan tertera dengan jelas di sana label halal. Selain itu di dinding restoran terdapat foto-foto Ka’bah beserta pemilik restoran.

Untuk makan malam, panitia memesan nasi box dari restoran sunda, menunya ayam goreng dan sayur asem ditambah sambal terasi. Alhamdulillah selama 3 hari di Bali, saya makan tidak merasa mangmang kalau bahasa sunda mah, atau ragu-ragu masalah kehalalan. Untuk menu di hotel juga, kami meminta menu seafood dan ayam.
Selain bahan baku yang halal, proses pembuatannya juga harus halal, seperti alat-alat untuk memasaknya harus yang halal.
Jadi untuk muslim yang hendak berlibur atau wisata ke Bali jangan khawatir ya masalah makanan, dan terima kasih kepada semua pengusaha restoran muslim yang sudah menyediakan makanan halal untuk kami wisatawan yang mayoritas muslim. Insya Allah usahanya berkah dan sukses.



0

Minggu, 30 Oktober 2016

4 Ide Bisnis yang Bisa Dilakukan Di Rumah


Berawal dari sebuah mimpi, ya memang dulu saya hanya bermimpi punya bisnis di rumah. Alasan pertama yaitu agar punya banyak waktu untuk keluarga, apalagi saya punya kekurangan di kaki kanan cacat. Jadi kalau bisnis di rumah, saya tidak harus pergi ke kantor setiap hari. Mimpi saya ingin punya toko online tanpa punya modal barang sendiri. Mulai lah saya menjual barang milik orang lain. Dari barang campuran alat rumah tangga, kecantikan hingga baju muslim. Tapi apa yang saya peroleh? Bisnis toko online saya hanya mendapatkan satu dua pembeli saja yang keuntungannya juga tidak seberapa. Semua orang mencibir kalau saya nggak akan berhasil dengan toko online nya. Tapi itu tak membuat saya putus asa, saya mencoba cara pemasaran baru, trial eror sih. Karena semua saya lakukan otodidak. Akhirnya setelah 3 tahun saya tekuni dengan berbagai tantangannya, saya kini memiliki 3 toko online dengan satu brand baju muslim pria. Itu berkat ketekunan, ya saya yakin sekali setiap bisnis yang kita tekuni, asal tekun dan konsisten pasti akan ada hasilnya. Kata orang sunda mah lamun keyeng tangtu pareng, kata pepatah arab mah man jadda wa jada, pasti sudah pada tahu kan artinya.

Nah apa saja sih bisnis  yang bisa ibu rumah tangga lakukan di rumah, agar tidak meninggalkan kewajibannya sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya.   Berikut ada 4  ide yang paling banyak dilakukan oleh ibu rumah tangga.

1.         Bisnis catering- siapa bilang bisnis catering bisnis kuno, bisnis ini merupakan lini bisnis UMKM paling populer. Memang kalau dilakukan sendiri pasti repot, tapi bisnis ini memang sangat dibutuhkan. Tatkala kita mau buat hajatan, pasti bisnis catering ini sangat membantu. Mulailah dari hal kecil dulu, seperti  dengan cara menitipkan di toko-toko terdekat. Insya allah jika rasanya enak, orang akan berbondong-bondong memesan.
2.        Make over kue – bagi Anda yang suka menghias kue, bisa membuka kursus selain membuka pesanan untuk kue.
3.        Online shop, dengan modal android dan laptop bunda sudah bisa membuka toko online. Bagaimana dengan produknya? Kita manfaatkan orang-orang yang punya modal. Kita hubungi mereka dan minta izin untuk ikut memasarkan produknya. Mereka pasti akan senang karena telah terbantu untuk pemasaran. Online shop ini salah satu bisnis yang saya jalankan, walau pun saat ini saya sudah bekerja di kantor sebagai ibu yang bekerja, dari bisnis yang awalnya iseng ini, alhamdulillah omzetnya lumayan buat nambah-nambah uang dapur.
4.        Menulis online, bagi anda yang suka nulis bisa menjadi ladang juga. Jika memiliki banyak waktu luang, bisa membuka bisnis tulisan atau agensi naskah. Tapi jika waktunya memang terbatas seperti saya, bisa ikut berbagai komunitas blog yang biasanya ada selalu peluang untuk mendapatkan uang dari menulis. Seperti yang saya lakukan, walau pun yang di dapat tidak seperti kita menjadi penulis novel yang bisa kebeli rumah mewah, tapi lumayan untuk membeli seliter beras dan segenggam berlian.


Mudah-mudahan bunda selalu di beri kesehatan dan umur panjang. Amiin.
1

Sabtu, 29 Oktober 2016

Contoh Carita pondok Bahasa Sunda

Nemu tulisan lama, saat lagi semangat kirim tulisan ke media. Selain nulis dalam bahasa Indonesia saya juga nulis dalam bahasa Sunda. Salah satunya nulis carpon atau carita pondok. Dari kecil saya memang suka baca carpon. sebagai hiburan. Carpon ini pernah saya kirimkan ke koran, tapi kurang beruntung alias tidak di muat. 


Judul: Salingkuh 
Peuting geus jempling. Kuring can bisa sare dapuguh biasa begadang, dipeureum-peureum oge ku hese ngaleyep.  Laptop mah hurung keneh, nganggeuskeun naskah bari facebookan.  Barudak  geus aya di alam mimpi masing-masing, ngajajar tilu siga pindang. Sicikal nu karek kelas dua SD, nu kadua karek asup TK, nu pangleutikna umur 3 taun, keur memeujeuhna ceuk baturmah. 
 Neuteup barudak nu keur tibra bangun nu nikmat taya kahariwang. Sok ras inget ka zaman dimana kuring jeung salaki anyaran ngawangun rumah tangga. Tihothat pisan.  Otak jeung tanaga dikuras, kumaha sangkan dapur terus ngebul. Enya oge kuring sakola nepika paguron luhur, tapi ari teu boga kawawuhan mah tetep we hese neangan gawe.
Hate geus gilig rek mantuan salaki dina hal maisyah neangan rizki anu halal, da salaki ngan saukur buruh pabrik nu ceuk paribasana gali lobang tutup lobang. Atuh alesanana kuring neangan gawe teh kulantaran lebar, ngamanfaatkeun ijazah anu nang sakola welasan taun.
Padahal mah nomor hijina butuh ku duit, komo mun ningali kahareup ayena anak hiji sakieu susahna, kumaha mun boga anak dua atawa tilu, kitu pamikiran pondok namah.  Tapi ari itung-itungan pangeran henteu kitu geuning.
Duka teuing sabaraha puluh surat lamaran anu ku kuring dikirimkeun ka perusahaan, meh unggal poe meuli Koran, sugan jeung sugan aya lowongan anu cocok jeung pendidikan kuring.  Kitu deui lamaran anu melalui  surat elektronik mah geus teu kaitung.
Kesang luut leet, kuring masih keneh apay-apayan mapay jalan bari mamawa amplop nu eusina taya lian ti surat lamaran. Tapi can aya hiji oge anu narima. Inget keneh kuring nepika datang ka Jakarta da maca lowongan dina Koran.
Maklum ti kampung, kuring can apal jalan-jalan di Jakarta, harita kuring rek wawancara jam 10 isuk-isuk, nyubuh keneh ti terminal Leuwi Panjang, jam dalapan oge geus nepi ka Jakarta namah, ngan alamat anu kukuring rek dituju, can apal. Ceuk informasi nu kukuring ditarima dina telepon kamari, naek bus way ti terminal Rambutan. Sanggeus meuli tiket, kuring naek kana bus way, unggal euren kukuring  dibaca bisi salah turun.  Kuring geus cangkeul, waktu terus nyerelek, antukna kuring nanyakeun ka kondektur bari era oge kaciri kakara ka kota.
Kuring salah naek bus, “Nanti di depan, naik lagi yang jurusan Slipi.” Pangalaman naek bus way. Matek ge kudu tatanya. Akibatna kuring gagal wawancara, da datang ka kantor hampir lohor, waktu wawancara geus beak. Eta oge dititah datang deui isukan.   
Kuring oge pernah katipu lowongan kerja tinu Koran, dina iklan eta teh ngabutuhkeun lulusan SMA, D1, D3, S1.  Jang ditempatkeun bagian administrasi. Sanggeus cumpon sagala rupana, kuring menta izin ka salaki rek ngadatangan alamat anu aya dina iklan lowongan kerja eta.
Budak mah biasa we dipihapekeun di nini na, rada hese oge ninggalkeun budak dua anu sapopoe piindung. Tapi kuring geus gilig, teu ningali katukang, budak nu ceurik, ah da engke oge jempe piker kuring harita.
Turun tina elf, kuring nyimpang heula ka kios samemeh katempat anu dituju, mun teu salah mah alamatna teh sekitar Leuwi panjang. “ Bu bade tummaros terang alamat ieu ?” kuring  api-api meuli cai nginum kanu boga kios. “Oh ieu caket, lempeung, terus belok kanan. Aya perlu naon neng ?”  “ Abdi maca dinu Koran aya lowongan kerja.” “ Ke, ke ieu alamat asa kungsi apal.” Nu boga warung ngahuleng. “Oh neng, tong ngalamar kadinya, sanes ibu nyingsieunan, alo ibu katipu, seep ratusan rebu. Da sanes lowongan anu aya dina Koran. Eta mah jadi sales, jabaning kudu di bayar heula barangna. Ibu  mah ngan saukur ngawartosan, etamah kuma neng bade kaditu mangga. Emang seueur anu naroskeun alamat eta teh, tos sababaraha urang, mangga we bilih panasaran mah cobian heula.” Teug we hate teh. Kuring balik deui samemeh ka tempat anu dituju, jang naon ngabeakkeun waktu, jaba budak bisi haying nyusu.
Tapi ayeuna Alhamdulillah, ti saprak kuring  panggih jeung babaturan anu icikibung dina perfilman, kuring ditawaran nyieun naskah jang tayangan striping. Da puguh babaturan kuring apal mun kuring resep nulis,  malah keur kuliah mah mindeng tulisan teh dimuat dina majalah atawa Koran. Awalnamah kuring teu yakin bisa  nyumponan tawaranna. Tapi naon salahna lamun dicoba. Produser kataji kana idea nu kukuring ditulis. Alhamdulillah ratting na alus wae, bahkan nepi ka ngaratus episode. Tina hasil nulis kahirupan kuring beuki beunta. Awalna imah ge ngontrak, ayeuna boga kontrakan sok sanajan karek sabaraha petak. Kuring bisa meuli sawah dilembur, investasi ceuk basa keren namah. Kitu deui kandaraan pribadi. Budak kacumponan sagala kahayangna. Ari dina segi ekonomi mah, teu kakurangan.
Ngan hanjakal, kabahagian teh teu ditingali tinu harta gening, saperti ayeuna kuring didieu teu bisa  sare, kadenge hawar-hawar beja, yen salaki kuring salingkuh jeung batur sapagawean. kuring tara curiga mun salaki kuring telat ti pabrik, da cenah ngalembur. Siga peuting ayena, jam geus nunjukkeun jam 12 peuting, tapi can kaciri pibalikkeun.
Hate leutik geus teu bisa di bobodo, ditelepon teu diangkat, kitu deui di SMS mah teu dijawab. Kamana atuh ? hate jumerit. Ku kuring sakali deui di telepon make kartu nu aya dina modem, jadi manehna can apaleun nomerna.
Mun enya salingkuh, asa cangcaya, naha teu inget kitu basa keur susah, ngawangun rumah tangga ti nol.  Teu kungsi lila telepon aya nu ngangkat, hate ngeleketey leuleus, cimata nu tatadi di tahan budal oge, sora halimpu nu ngawaler telpon ngabejakeun yen bapana tos kulem, abdi  mah sareng istrina.

0