Memberi dan Menginspirasi

Minggu, 14 Oktober 2018

6 Tempat Yang Harus Dikunjungi Saat Wisata Ke Bali




Merasa beruntung sekali bisa pergi wisata  ke Pulau Dewata gratis,  sebelumnya memang tidak terbayang bisa mengunjungi Pulau ini, karena selain tiketnya mehong memang tidak ada dalam prioritas untuk pergi ke sana. Menjadi PNS membuat saya bisa pergi ke daerah-daerah yang belum saya kunjungi. Suatu nilai tambah yang patut disyukuri, dan sampai saat ini, saya masih merasa ini adalah sebuah mimpi. Tapi ini terjadi.
Oke perjalanan saya kali ini ke Pulau Bali yang terkenal dengan keindahan alam dan budayanya. Ini adalah kali kedua saya pergi ke pulau Dewata ini, saat memang sedang gempa terus-menerus terjadi di Lombok dan sekitarnya.  Memang ketar-ketir juga ketika mau berangkat, tapi kami rombongan berdoa mudah-mudahan kami selamat hingga kembali ke rumah.
Tiba di Bandara Ngurah Rai saatnya makan siang,  guide yang mengantar kami menawarkan  makan siang  di Rumah Makan Padang atau Pawon Pasundan sebuah restoran asli sunda. Pawon pasundan Menjadi pilihan  pertama kami, makanan yang dihidangkan tentu saja makanan khas sunda seperti nasi liwet kumplit, nasi bakar, soto Bandung, Soto Iga, nasi tutug oncom dan lain-lain, tidak usah diragukan lagi makanan di pawon pasundan insya Allah halal.

Ini adalah 6 tempat yang kami kunjungi saat ke Pulau Bali.
1.      Tanjung Benoa   merupakan wisata pantai  di sini tersedia beberapa permainan seperti Banana Boat, Paralayang, perahu dan masih banyak lagi. Kita juga bisa berkunjung ke pulau penangkaran kura-kura.
2.      Pura Uluwatu, uluwatu berasal dari bahasa sangsekerta artinya puncak batu karang. Memang pura Uluwatu itu terletak di atas puncak batu karang. Di pura Uluwatu sering diadakan pertunjukan tari kecak. Tari kecak merupakan tarian sacral berasal dari Bali. Selain tari kecak ada juga tari barong yang juga merupakan tarian sacral. Selain menikmati tarian kecak, wisatawan juga sangat suka dengan pemandangan unik di pura uluwatu terutama saat matahari terbenam.
3.      Membeli oleh-oleh di krisna, kami membeli oleh-oleh di Krisna, ada makanan, kaos dan pernak-pernik. Selain di krisna kami juga ke Jogger jelek, jogger merupakan ikon bali. Di jamin ibu-ibu kalap kalau pergi ke Jogger. Barangnya memang bagus.
4.      Makan malam di Jimbaran. Restoran seafood di tepi pantai ini memang unik. Kita makan malam di iringi dengan lagu dan deburan ombak, menambah nikmat makan nasi pulen dengan ikan bakar dan kerang juga udang dalam keadaan perut yang sedang lapar.
5.      Hutan Raya Bedugul  merupakan wadah konservasi flora dan saat ini digunakan juga sebagai tempat rekreasi. Di sini terdapat berbagai jenis flora terutama yang sudah langka. Letaknya 60 km dari Denpasar. Setelah sampai di Bedugul kita akan melewati tugu Jagung nah tidak jauh dari tugu jagung kita akan sampai di Hutan Raya Bedugul.
6.      Tanah Lot merupakan tempat ibadah masyarakat Bali, banyak dikunjungi wisatawan karena pemandangannya yang begitu indah. Untuk mencapai ke tempat ini kita akan berjalan sejauh 2 kilo meter, sepanjang perjalanan kita bisa sambil belanja-belanja karena banyak sekali pedagang di kanan dan kiri jalan.
Selamat berlibur ke Bali.



0

Rabu, 22 Agustus 2018

Tips Mengumpulkan Uang Kurban


Hari ini bertepatan dengan Idul Adha, salah satu hari raya yang begitu diagungkan oleh Umat islam karena merupakan puncaknya ibadah haji. Bagi yang belum mampu untuk berhaji, kita dianjurkan untuk berkurban. Kurban merupakan ibadah sunah yang sangat dianjurkan oleh Nabi, banyak sekali keutamaan ibadah kurban, namun bukan kapasitas saya untuk membahas di sini. Walau demikian ibadah sunah ini memang berat sekali untuk dilaksanakan, maka dari itu Allah sangat menyukai ibadah kurban ini, dan mencintai orang yang mau berqurban. Karena pada dasarnya manusia itu pelit. 
banyak orang yang mampu berkurban, tapi  merasa berat untuk melaksanakannya. Mengapa? Karena uang yang kita keluarkan tidak sedikit, saat ini saja harga Kambing sekitar 3 juta, begitu juga kalau kita mau kurban sapi. Tapi jika kita tahu keutamaan orang yang berkurban, pasti mereka bersegera melaksanakan ibadah sunah ini.  
Alhamdulillah tahun ini saya bisa berkurban, setelah beberapa tahun hanya azam tanpa diiringi action. Tahun depan harus Qurban, itu tekad saya. Pas idul Adha tiba,  uangnya nggak ada. Berazam lagi “tahun depan harus kurban,” eh uangnya malah ke pake, dan saya merasa tidak berdosa, karena merasa itu sunah, dan hanya bagi yang mampu. Memang niat saja tidak cukup, menetapkan resolusi setiap tahun saja tidak cukup, perlu action, perlu disiplin untuk mengumpulkan uang. 

Saya azamkan tahun ini harus kurban, dimulai dengan menyiapkan 3 celengan.  Satu  celengan untuk kurban, satu celengan untuk sedekah/ infak dan  yang satu lagi untuk sosial.  Celengan   kurban  dan infak setiap hari saya isi,  sebelum berangkat kerja, saya isi dengan uang 5000 atau 10.000, tergantung adanya uang di dompet.  Sedangkan yang untuk sosial saya isi setelah saya terima gaji, isinya terkadang 50.000, atau 100.000 celengan ini saya gunakan jika ada orang yang mau pinjam uang, (dan kadang orang yang pinjam tidak kembali uangnya) agar saya tidak pusing dan tidak mengganggu keuangan keluarga saya buat celengan sendiri, kalau orang itu bayar saya langsung menyimpannya lagi di celengan social untuk orang yang membutuhkan lagi. Celengan social juga saya gunakan untuk kegiatan-kegiatan sumbangan yang diluar infak dan sedekah.  Kalau celengan social kosong, walaupun ada orang yang mau pinjam uang saya nggak kasih. Karena menurut saya hutang itu bisa membuat persaudaraan renggang. Yang punya hutang dan yang memberi hutang sama-sama dibuat resah. Percaya nggak kalau hutang itu membuat resah. Kalau kita mampu lebih baik kita kasih saja, semampu kita.  Sekali lagi saya berusaha untuk tidak memberi hutang, kalau memang orang itu sangat buuth uang, saya ambil dari celengan social, dan saya tidak pernah berpikir untuk dikembalikan, itu membuat saya lebih tenang, tapi kalau dikembalikan saya terima untuk menolong yang lain.
Seumpama ada honor diluar gaji, contoh honor rapat atau perjalanan dinas saya isi untuk infak dan sedekah 2,5%, celengan kurban juga saya isi besarnya 20.000-50000 tergantung uang yang saya peroleh. Sedangkan untuk celengan sosial saya  isi juga tapi saya tidak menentukan jumlahnya.  Kuncinya adalah konsisten dan disiplin, jangan dibuka sebelum waktunya.
Walau pun cara ini sangat jadul dan kuno tapi efektif dari pada simpan di bank. Mudah-mudahan tahun depan saya juga bisa menambah celengan buat umroh. 
 Harapan saya artikel ini bisa bermanfaat bagi yang kesulitan untuk mengumpulkan uang kurban. Selamat Idul Adha.
0