Memberi dan Menginspirasi

Selasa, 22 Oktober 2019

Atasi GERD dengan Bahan-bahan di Sekitar Anda


Setiap orang tentu ingin memiliki tubuh yang sehat ya. Tak jarang pula orang yang mengakses website kesehatan guna mendapatkan tubuh yang lebih sehat dan terhindar dari penyakit. Tapi, penyakit tetap saja bisa menyerang siapapun termasuk penyakit GERD yang menyerang sistem pencernaan tubuh manusia
Penyakit GERD akan memberikan rasa sakit yang luar biasa pada area sistem pencernaan khususnya lambung. Tubuh akan bereaksi ketika penyakit ini hadir dengan rasa kembung dan muntah. Obat mengatasi perut kembung dan mual pun dibutuhkan agar bisa menyembuhkan penyakit GERD dengan cepat. Tapi, tahukah Anda kalau Anda juga bisa menyembuhkan GERD di rumah dengan cara yang sederhana? Berikut ini ulasan lengkapnya.
Minum Olahan Jahe

Kapan waktu yang tepat untuk minum jahe menurut Anda? Sebagian besar orang tentu akan memilih untuk minum jahe saat cuaca dingin atau saat tubuh terasa kurang enak. Tapi, tak hanya itu, jahe juga bisa Anda manfaatkan ketika Anda memiliki masalah di lambung seperti GERD. Ya, jahe merupakan salah satu solusi alami yang bisa Anda manfaatkan untuk mengatasi GERD di lambung.
Minuman olahan jahe seperti teh jahe bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengurangi rasa perih di lambung karena GERD. Teh jahe dikenal mampu mengatasi rasa sakit diperut mulai dari sakit perut biasa sampai yang disebabkan oleh asam lambung berlebih. Rebus irisan jahe ke dalam air selama 30 menit. Anda bisa mengonsumsi olahan ini sebelum makan agar dapat mencegah GERD sebelum makanan masuk ke lambung Anda.
Makan Mustard
Selama ini, mustard dikenal sebagai salah satu bahan campuran makanan yang banyak digunakan pada masakan barat seperti burger. Tapi, tahukah Anda kalau mustard juga bisa menjadi salah satu bahan yang berguna untuk mengatasi GERD? Ya, selain rasanya yang lezat, mustard juga bisa menjadi pilihan untuk menyembuhkan GERD di rumah Anda.
Kemampuan Mustard untuk mengatasi GERD tak lepas dari kandungan mineral dan kandungan alkalin yang mampu mengontrol asam lambung. Cobalah untuk mengonsumsi 1 sendok teh mustard saat Anda mengalami perih atau nyeri lambung yang berpotensi menjadi GERD. Lakukan secara rutin dan jika tidak berhasil, cobalah untuk berkonsultasi ke dokter agar bisa mendapatkan obat yang tepat.
0

Kamis, 10 Oktober 2019

Sekelumit Kenangan di Belitung



Nasib seseorang tiada yang tahu, itu rahasia illahi, bahkan satu detik pun kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan. Seperti saya yang saat ini menikmati pekerjaan yang awalnya tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya kira kalau kerja di kantor jadi PNS itu, hanya duduk manis di belakang meja. Ternyata perkiraan saya meleset. Ternyata berkeja di Kementerian banyak sekali kegiatan keluar, entah itu dalam kota maupun ke luar daerah.
Kegiatan dari hotel ke hotel di wilayah Jabotebek sudah menjadi makanan sehari-hari. Berikut ini daerah yang saya pernah kunjungi semenjak saya masuk di Kementerian: Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bali, Makassar, Banjarmasin, dan  Belitung. Nah sekarang saya akan bercerita sedikit  tentang Belitung.
Belitung atau Belitong terletak di Provinsi Bangka Belitung. Pulau ini terkenal setelah diluncurkan novel Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata. Bahkan ada tempat wisata berupa museum kata Andrea Hirata. Saya perhatikan penduduk di sini tidak begitu padat, lalu lintas selalu lancar. Di kanan kiri jalan banyak lahan kosong. Saya menginap di hotel Mariot, dan jam 8 malam wilayah hotel sudah sepi taka da orang yang lalu lalang. 

Wisata di Belitung di dominasi dengan wisata pantai putih yang indah. Saking banyaknya pantai, saya lupa pantai apa saja yang dikunjungi he…he…. Tapi sumpah indah banget pemandangan di pantai-pantai Belitung. Pokoknya jika Anda sibuk bekerja di kantor, cobalah refresh 2 atau 3 hari ke Belitung, niscaya pulang pikiran akan fresh.
Salah satu pantai yang masih teringat adalah pantai Tanjung Tinggi, Pantai ini menjadi salah satu tempat pengambilan gambar Film laskar pelangi  dan sangat terkenal dengan keindahannya dengan Pasir putih dan batu-batu besar yang tinggi. Di sini juga terdapat monument laskar pelangi. Ini saya berfoto di monument tersebut sebagai bukti bahwa saya sudah sampai pantai Laskar Pelangi he…he…(numpang narsis)

Oh iya satu lagi pantai tanjung kelayang juga terkenal di Belitung, pasirnya yang putih dan airnya yang jernih menjadi daya Tarik untuk wisatawan mengunjungi pantai ini, yang menjadi mascot sail wakatobi yaitu tumpukan batu alami yang berbentuk kepala burung. Itulah makanya disebut pantai Tanjung Kelayang.
Wisata yang tak kalah serunya saat kita mengunjungi pulau Lengkuas. Serunya saat kita menyebrangi laut dengan menggunakan perahu motor sekitar 30 menit. Itu adalah hal yang menegangkan bagi saya. Kalau cuaca buruk dan ombak sedang tinggi, tentu tidak bisa menyebrang ke pulau tersebut. Waktu yang paling pas untuk menyebrang adalah saat pagi hari, namun biasanya harus dilihat juga kondisi cuaca. Dan bulan tertentu saat ombak tinggi yaitu sekitar bulan Januari-Februari biasanya tidak ada yang berani menyebrang. 

Itulah sekelumit oleh-oleh dari Belitung. Kalau masalah kuliner, tentu saja didominasi oleh masakan laut. Pokoknya enak-enak. Selamat berlibur menikmati indahnya Belitung.  
0

Sabtu, 28 September 2019

Behind the scene buku Kisah Wanita Teladan


Teman-teman kantor merasa wow begitu melihat penampakan buku terbaru saya. “kapan nulisnya?” secara mereka merasakan sendiri pekerjaan kantor yang super sibuk dan banyak kegiatan.  Sebenarnya nulis buku Kisah Wanita Teladan ini sudah cukup lama, tahun 2017. Lama juga ya lebih dari 2 tahun menunggu terbit. Saat itu ada dua judul dengan Date Line yang berbarengan. Ya saya harus membagi waktu antara kerja dan Date Line nulis.
Ada beberapa orang bilang hebat, keren, mantap…sebenarnya yang hebat bukan saya, tapi mereka yang dibalik layar. Yang tidak disebutkan dalam cover buku itu. Siapakah mereka? Mereka adalah pertama suami saya Aulia Akbar, yang telah rela istrinya berlama-lama di depan laptop walau pun itu hari libur. Bahkan sampai tengah malam saya masih ngetik. Dua krucil yang selalu protes emaknya kerja lembur, tapi saya beri pengertian kalau saya lagi nulis buku anak buat Citra, nanti kalau sudah terbit bisa Citra baca dan promosiin sama temen-temen di sekolah. Dan Anak saya semangat sekali mau promosiin buku emaknya he…he…, saat itu Citra masih TK. Hampir setiap hari dia tanyain kapan bukunya terbit, sampai saya sendiri bosan jawabnya, karena memang belum ada jawaban dari penerbit.




Orang yang ketiga adalah illustrator Awa Erlangga, yang sudah mempercantik buku ini, yang ke empat editor Indscript teh Chika Ananda yang dengan sabar ngedit dan memberi masukan juga motivasi, karena pernah saya juga mentok ide, terlalu lelah fisik mungkin sehingga ide buntu. Saya udah nyerah lah saat itu. Target harian saya 10 lembar perhari karena dua judul buku, sedangkan jarang sekali bisa mencapai target tersebut. Saya bener-bener stress, kayaknya udah nggak sehat nih…pengen mundur aja dari proyek nulis buku ini.  Tapi dengan sabar teh Chika Ananda menungu lembar perlembar kiriman tulisan yang mau di edit. Walau pun agak telat dari Date Line ya kalau nggak salah waktu itu, sehingga yang lain sudah proses cetak, dua buku saya masih dirapihkan.  Dan yang kelima adalah pihak penerbit Elekmedia Komputindo beserta tim yang telah membuat buku ini sampai di tangan pembaca.
Pokoknya melibatkan banyak pihak, melibatkan banyak dapur. Ya  makanya sayang kalau tidak sampai ke pembaca. Penulis juga harus promosi  he…he…, ayo yang mau pesen dilist ya. Biar sekalian pesen ke penerbitnya.
Awalnya dapat ide ini  gara-gara kepikiran akan generasi islam yang lebih  mengidolakan black pink, artis korea, artis luar negeri  ketimbang para sahabat Nabi. Dan itu menjadi keresahan seorang ibu yang memiliki anak menjelang remaja.  
Otak saya terus berputar bagaimana caranya menyelamatkan anak-anak dari pengaruh media, kepikiran juga sih membuat film, atau video buat anak-anak generasi islam. Tapi waktu dan kapasitas belum mumpuni. Akhirnya saya putuskan untuk nulis buku. Saya harus berbuat sesuatu untuk anak-anak saya, untuk generasi islam. Mudah-mudahan buku ini menjadi salah satu ladang ibadah buat saya. Amiin ya robbal alamiin.
Mungkin cita-cita saya terlalu muluk-muluk, sok idealis. Wallohu alam bi showab, kita hanya berusaha dan berikhtiar, sedangkan yang mengabulkan hanya Allah azza wajala.


0